Strategi Jitu Menghindari Overclaim: Panduan Etis Membangun Brand Skincare yang Long-Lasting

Strategi Jitu Menghindari Overclaim: Panduan Etis Membangun Brand Skincare yang Long-Lasting

Sebagai pelaku bisnis di industri kecantikan, saya sering melihat fenomena di mana sebuah brand tumbuh begitu cepat berkat janji-janji manis yang menggiurkan. Namun, tidak sedikit pula yang harus "gulung tikar" atau berurusan dengan hukum karena klaim yang mereka sampaikan melampaui kenyataan atau melanggar regulasi. Mengapa produk Anda tidak boleh melakukan overclaim, baik pada kemasan maupun media iklan?

Jawabannya sederhana namun krusial: kepercayaan dan kepatuhan hukum.

Ketika Anda menjanjikan hasil yang mustahil—seperti "menghilangkan jerawat dalam semalam"—Anda sedang membangun bom waktu bagi reputasi brand Anda. Konsumen saat ini semakin cerdas dan melek informasi. Sekali mereka merasa tertipu, loyalitas akan hilang selamanya. Lebih jauh lagi, BPOM telah menetapkan aturan ketat untuk melindungi masyarakat dari klaim yang menyesatkan dan tidak objektif. Melanggar aturan ini bukan hanya soal etika, tapi risiko sanksi administratif hingga pencabutan nomor notifikasi produk Anda.

Artikel ini akan menjadi panduan lengkap bagi Anda untuk memahami batasan aman dalam beriklan, sehingga brand Anda tetap kompetitif tanpa harus mengorbankan integritas.

Memahami Batas Tipis Antara Marketing Kreatif dan Pelanggaran Hukum

Strategi jitu menghindari Overclaim

Dalam dunia kosmetik, "klaim" adalah nyawa dari pemasaran. Klaim merupakan pernyataan mengenai manfaat, keamanan, atau informasi lain terkait produk Anda. Namun, klaim tidak boleh dibuat sembarangan. Berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 3 Tahun 2022, setiap klaim wajib memenuhi kriteria kepatuhan hukum, kebenaran, kejujuran, keadilan, dapat dibuktikan, serta jelas dan mudah dimengerti

Satu aturan emas yang sering dilanggar adalah: Kosmetik bukanlah obat

Kosmetik ditujukan untuk bagian luar tubuh manusia untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan, atau memelihara tubuh pada kondisi baik. Jika iklan Anda mulai menjanjikan penyembuhan penyakit kulit, Anda sudah masuk ke ranah medis yang dilarang bagi produk kosmetik.

Menurut pengamatan saya, banyak owner brand terjebak pada keinginan instan untuk viral. Mereka merasa jika tidak menggunakan kata-kata bombastis seperti "Ampuh" atau "Sembuh Total", produk mereka tidak akan laku. Padahal, kejujuran adalah investasi jangka panjang yang paling menguntungkan dalam industri wellness.

Tabel Perbandingan: Klaim yang Diizinkan vs Klaim Dilarang

Agar Anda memiliki gambaran yang jelas, berikut adalah ringkasan berdasarkan pedoman BPOM mengenai apa yang boleh dan tidak boleh Anda tuliskan dalam media iklan atau kemasan produk.

Kategori Produk

Klaim yang Diizinkan (Contoh)

Klaim yang DILARANG (Overclaim)

Perawatan Jerawat

Merawat kulit berjerawat; Melawan bakteri penyebab jerawat.

Menghilangkan/mengatasi/menghentikan jerawat; Membunuh bakteri pada jerawat.

Pencerah Kulit

Mencerahkan kulit; Menyamarkan noda hitam/bintik hitam pada wajah.

Memutihkan wajah; Menghilangkan bintik hitam secara permanen

Anti-Aging

Menyamarkan kerutan; Membantu memperlambat tanda penuaan dini.

Menghilangkan keriput; Menghentikan penuaan; Membuat kulit makin muda.

Perawatan Rambut

Mengurangi ketombe; Menjaga kekuatan rambut agar tidak mudah patah.

Menghilangkan ketombe secara permanen; Menghentikan kebotakan; Menumbuhkan rambut.

Pembersih Gigi

Mencegah pembentukan plak dengan menyikat gigi; Menyegarkan mulut.

Membasmi plak penyebab karies; Menyembuhkan sariawan; Anti-tartar.

Produk Intim

Membersihkan dan mengurangi bau organ genital bagian luar.

Mengencangkan dan merapatkan; Mengobati keputihan; Meningkatkan gairah.

Cara Membuat Klaim yang Benar dan Aman

Strategi jitu menghindari Overclaim

Menyusun narasi pemasaran yang menarik tanpa melanggar aturan memerlukan ketelitian. Berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa Anda terapkan:

  1. Gunakan Kata Kerja yang Moderat
    Alih-alih menggunakan kata "Menghilangkan", gunakanlah kata "Menyamarkan", "Merawat", atau "Membantu mengurangi". Kata-kata ini secara hukum lebih aman karena mencerminkan fungsi kosmetik sebagai perawatan, bukan obat penyembuh.
  2. Siapkan Data Dukung yang Valid
    Setiap klaim yang Anda buat harus dapat dibuktikan. Jika Anda mengklaim produk tersebut "Dermatologically Tested", Anda harus memiliki dokumen hasil pengujian dari lembaga atau metodologi yang valid. Jangan mencantumkan bahan aktif jika bahan tersebut tidak ada dalam formula produk Anda.
  3. Hindari Kata-Kata Superlatif Tanpa Bukti
    Kata-kata seperti "Terbaik", "Nomor 1", "Paling", atau "100% Murni" sangat dilarang kecuali Anda memiliki bukti riset dari lembaga independen yang kredibel. Tanpa bukti tersebut, penggunaan kata superlatif dianggap menyesatkan.
  4. Perhatikan Efek Fisiologi yang Tidak Permanen
    Ingatlah bahwa efek kosmetik pada dasarnya tidak permanen. Untuk mempertahankan hasilnya, produk harus digunakan secara teratur. Oleh karena itu, hindari menjanjikan hasil permanen atau hasil instan dalam satu kali pakai.

Saya percaya bahwa kreativitas seorang copywriter justru diuji saat mereka harus tetap menarik di dalam koridor aturan. Menggunakan pendekatan "edukasi bahan aktif" jauh lebih efektif untuk membangun otoritas brand daripada sekadar melempar klaim kosong yang berisiko ditegur regulator.

Pedoman Singkat: Menentukan Klaim Agar Tidak Terkena Overclaim

Strategi jitu menghindari Overclaim

Sebelum Anda merilis desain kemasan atau konten iklan, lakukan audit mandiri dengan 5 langkah identifikasi berikut:

  • Langkah 1: Periksa Komposisi. Apakah bahan yang Anda klaim benar-benar ada dalam formula? Apakah ada bahan yang dilarang?
  • Langkah 2: Tentukan Area Penggunaan. Apakah produk hanya untuk bagian luar tubuh? Jika digunakan untuk injeksi atau diminum, itu bukan kosmetik.
  • Langkah 3: Identifikasi Fungsi Utama. Apakah fungsinya hanya untuk membersihkan, mewangikan, atau memelihara? Jika ada fungsi pengobatan, segera revisi klaim Anda
  • Langkah 4: Evaluasi Peruntukan (Product Presentation). Pastikan materi pendukung iklan tidak mengarahkan konsumen untuk menganggap produk ini sebagai obat
  • Langkah 5: Cek Efek Fisiologi. Pastikan klaim Anda tidak menjanjikan perubahan fungsi anatomi atau fisiologi tubuh secara permanen dan mendalam melalui mekanisme farmakologi

Kesimpulan: Membangun Brand dengan Integritas

Strategi jitu menghindari Overclaim

Menghindari overclaim bukan berarti membatasi kreativitas pemasaran Anda. Sebaliknya, ini adalah langkah strategis untuk melindungi bisnis Anda dari sanksi administratif seperti peringatan tertulis, penarikan produk, hingga pemusnahan.

Dengan mengikuti pedoman BPOM, Anda tidak hanya mematuhi hukum, tetapi juga memberikan edukasi yang jujur kepada konsumen Anda.

Keberhasilan sebuah brand kosmetik di masa depan akan ditentukan oleh seberapa transparan dan akuntabel mereka terhadap janji-janji yang diberikan. Jadilah brand yang tidak hanya menjual mimpi, tetapi memberikan solusi perawatan nyata yang terukur dan aman.

Pelajari selengkapnya teknik menentukan harga atau HPP produk skincare.

Posted at: Senin, 29 Desember 2025
Tertarik Membaca Lebih Lanjut?

Jangan lewatkan koleksi artikel menarik dan informatif dari kami.

Lihat Semua Artikel →

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tinggalkan Komentar

ARTIKEL TERBARU
Cover image for article titled 'Analisis Pasar : Mengapa Men’s Grooming Adalah 'Blue Ocean' Raksasa yang Belum Banyak Disentuh?'
Analisis Pasar : Mengapa Men’s Grooming Adalah 'Blue Ocean' Raksasa yang Belum Banyak Disentuh?
Rabu, 31 Desember 2025
Cover image for article titled 'Strategi Jitu Menghindari Overclaim: Panduan Etis Membangun Brand Skincare yang Long-Lasting'
Strategi Jitu Menghindari Overclaim: Panduan Etis Membangun Brand Skincare yang Long-Lasting
Senin, 29 Desember 2025
Cover image for article titled 'Skincare & Kosmetik Indonesia 2025: Petualangan 12 Bulan yang Gila-gilaan'
Skincare & Kosmetik Indonesia 2025: Petualangan 12 Bulan yang Gila-gilaan
Sabtu, 27 Desember 2025
Cover image for article titled 'Daftar Zat Aktif Skincare 'Vampir' yang Bisa Berbahaya Digunakan di Siang Hari'
Daftar Zat Aktif Skincare 'Vampir' yang Bisa Berbahaya Digunakan di Siang Hari
Rabu, 24 Desember 2025
Cover image for article titled 'Ascorbyl Glucoside: Vitamin C "Sultan" yang Nggak Pake Drama (Selamat Tinggal Serum Kuning!)'
Ascorbyl Glucoside: Vitamin C "Sultan" yang Nggak Pake Drama (Selamat Tinggal Serum Kuning!)
Jumat, 19 Desember 2025
ARTIKEL POPULER
Cover image for article titled 'Hentikan Penggunaan Scrub Jika Tidak Ingin Kulit Tambah Cerah!'
Hentikan Penggunaan Scrub Jika Tidak Ingin Kulit Tambah Cerah!
Rabu, 03 Juli 2024
Cover image for article titled 'Apakah kulit Remaja perlu Skincare?'
Apakah kulit Remaja perlu Skincare?
Rabu, 10 Juli 2024
Cover image for article titled 'Waspadai Bahaya Menggunakan Tester Make-Up!'
Waspadai Bahaya Menggunakan Tester Make-Up!
Rabu, 10 Juli 2024
Kirimkan Pesan kepada Kami Di Bawah Dan Kami Akan Menghubungi Anda Sesegera Mungkin!
1 WhatsApp
Message